Mau Curhat ah…

Kayaknya udah lama banget sayah ga’ ngurusi komik ini. Baik komiknya, blognya, marketingnya, sequelnya,… segalanya. Mungkin karena kesibukan saya dan kawan-kawan, mungkin karena ada yang belum lulus kuliah, mungkin karena mau pada nikah, mungkin juga karena belum pada kaya. Kaya? Iya. Soalnya pada suatu kesempatan, Om Haji Pidi Baiq pernah bilang “Bikin komik itu kerjaan orang kaya. Apalagi di Indonesia. Susah jualnya.” Haha. Bener juga tuh.

Hmm… gimana ya! Bisa dibilang kalo komik ini memang terlahir dari keegoisan para pembuatnya. Egoisme Mas Didit the original writer yang maksain curhat via komik, egoisme Mas Karyo yang pengen bisnis waktu itu, juga egoisme si sayah sang fans komik yang maksa temen2 bwt nerbitin lagi komik ini. Biasa… gairah anak muda. Patut dipertahankan, tapi juga harus dipoles oleh kecerdasan nurani.

Jujur… sayah down. Ketika satu persatu kawan sayah mulai bertumbangan oleh getirnya kehidupan (beuh…lebay). Dan sayah harus akui juga betapa lemahnya diri ini tanpa mereka. Sayah pun mulai menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Tenang, sayah ga desperate banget sampai nekat bunuh diri ko. Insya allah.

Sampai pada suatu ketika…. saat ini tepatnya. Si sayah mencoba membuka kembali blog ini. Dan waktu baca komen… Subhanallah. Sampe pengen nangis rasanya baca komen temen2. Seolah mengingatkan si sayah tentang cita-cita dan idealisme yang dulu terbangun. Ya, sayah sadar. Mungkin kawan2 yang mengapresiasi komik ini jauh lebih sedikit dibanding yang ga peduli. Tapi, demi membaca apresiasi kawan2, sayah jadi pengin nerbitin lagi yang nomor 2, 3, 4, dan seterusnya.

Oke! Thats’s it! Mohon do’a dan dukungannya, moril dan harus MATERIL! Hehe…

sefs_elsupi@yahoo.co.id

Konsistensi

Kalo ada yang nanya, “Apa sih yang susah dari bikin komik?” Sekarang kami bisa jawab “Konsistensi”, atau bahasa kerennya mah istiqomah. Yah, sebenarnya bukan bikin komik aja sih, tapi juga semua hal yang lain. Susah betul konsistennya. Mau bikin komik lah, bikin kueh lah, ato ngerjain Tugas Akhir. Ups.

Nah, apa sih yang susah konsistennya? Banyak. Yang paling penting tuh semangat. Kadang naek, kadang turun. Jeleknya sih, keseringan turunnya. Kenapa ya? Apa kami kurang ikhlas gitu ngerjainnya? Ato kurang duitnya? Ups. (Hehe, jadi curcol begieu). Tak apa lah. Lagian emang masih begini kondisi komikita. Jangankan BANGOR yang baru ‘revive’, Sawung Kampret pun mentok, bahkan ALIA yang sekeren itu jalan di tempat. Walah.

Kami selaku para pejuang komik Indonesia sih cuma minta dukungan dan doa aja dari temen-temen, biar kami tetep bisa eksis di jagat perkomikan. Eh, bukan cuma itu ding. Dukungannya materil juga ya. Hehe…

#sefs

Bangor kerja sama dengan PragatComic.com

Halo…halo…

Sedikit pengumuman nih buat yang penasaran dan mau beli Bangor edisi pertama tapi lokasinya jauh dari daerah distribusi kami. Mulai hari ini berkat kerja sama dengan PragatComicStore (via mas Ahmad Zeni), Bangor bisa dipesan via sms ataw lewat web PragatComic. Nih kutipan dari yang punya PragatComic

Komik Bangor bisa dipesan melalui saya juga (www.pragatcomic.com).
Hubungi : textpict@yahoo.com
atau sms ke
08179894781 (tulis nama, dan alamat lengkap, juga nomor telepon untuk mempermudah pengiriman)

-ahmadzeni

O ya tambahan info juga nih buat penggemar komik lokal, di PragatComic juga tersedia berbagai judul komik cetak asli buatan dalam negeri. Info lebih lanjut maen-maen aja ke webnya yah…

Dukung terus komik Indonesia, yeaaahhh!!!

.day.

Everyday Stupidity – Khotbah Jum’at

Di suatu Jum’at siang yang terik di sebuah masjid L, kelurahan D, kecamatan C, kota B, propinsi JB, seorang khatib dengan berapi-api orasi

Khatib: “… sebagai seorang Muslim yang baik sudah sepantatnya kita …”

Si Kacrut: (terhenyak dari tidur nyenyaknya) (“Semoga telinga gw yang salah, bukan si bapak”)

Beberapa menit kemudian…

Khatib: “… dan sepantatnya juga kita …”

Si Kacrut: (mencoba menahan tawa, soalnya kan pas sholat jum’at ga boleh bersuara) (“hehe… telinga gw masih normal ternyata”)

nb: mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada bapak khatib yang baik, mungkin bingung aja milih antara sepatutnya dan sepantasnya

Everyday Stupidity – Kacamata

Si Ganteng: “Cuy, lu liat kacamata gw ga?” (terlihat bingung setelah ngobrak-ngabrik isi kamarnya)

Si Teman yang Kurang Ganteng: “Yang di atas kepala lu itu apa?”

Si Ganteng: “Hehe…”

Everyday Stupidity – Sembilan, Pak…

Mahasiswa Rantau (MR): “Maaf, Pak. Numpang tanya. Kalo SMA SEMBILAN di mana yah?”

Pak Polisi (Pol): “Oh. SMA SALAPAN, dek?” (bacalah dengan logat sunda)

MR: “Bukan, Pak. SMA SEMBILAN.”

Pol: “Iya, SALAPAN”

MR: “Bukan, Pak. SMA SEMBILAN.”

Pol: “Iya, SALAPAN”

…. (repeat until die)


- masih bingung siapa yang bodoh…

Cuplikan Bangor edisi pertama

Biar sedikit penasaran, nih kami liatin sedikit cuplikan komik bangor edisi pertama:

Nah, kelanjutannya liat di edisi cetak yah. Di kawasan kampus ITB dah beredar sejak hari jum’at kemaren, menyusul minggu ini di toko-toko buku terdekat di Bandung, Jabodetabek, dsk. Yups, dukung terus komik Indonesia, Yeahh!!!.

.day.

Satu minggu lagi

Assalamu’alaikum,, Halo,,
Masih adakah yang menyambangi dan tersesat ke blog komik Bangor ini? mudah-mudahan aja ada.
Komik edisi pertama akhirnya selesai dicetak dan siap diluncurkan di pasaran kira-kira akhir Oktober ini. Kalau boleh memilih tanggal, kyanya tanggal 28 Oktober cukup sesuai dengan tema perjuangan pemuda Indonesia, semangat untuk memajukan komik lokal ini. Hmm,, cukup lama juga molor komik ini, yang awalnya ditargetkan saat 17 Agustus udah selesai, eh malah jadi Oktober. Yah, manusia hanya bisa berencana, dan kami selaku tim komik Bangor masih banyak kekurangan dalam mengkoordinir semua itu.
Satu minggu lagi adalah persiapan untuk publikasi dan distribusi ke tempat-tempat yang bakal kami gunakan untuk penjualan. Ada toko buku, sekolah, kaki lima, dsb yang menjadi target. Di samping itu, sejak satu minggu ini juga kami masih pusing dengan pengeluaran yang ternyata membengkak. Ada yang sudah menguras tabungan, minjam kesana kemari, namun masih belum cukup. Yah mudah-mudahan semua permasalahan ini ada jalan keluarnya, amin.
O ya, jangan lupa yah beli komiknya, murah kok plus bonus lho… :-D

.day.

ALIA, here’s come amazing local comic

Sebenarnya awak termasuk telat menyadari kehadiran komik ALIA ini, padahal para komikusnya udah woro-woro via web mereka. Tapi, tak apalah yah… yang penting awak sudah beli dan baca…

And I have to say this… it’s amazing! great work, guys! keep fighting!

Nah, ALIA nomor satu terbit Juli 2008, hasil kerja keroyokan para jagoan komik. Keroyokan? Ga gentle amat! Eit, justru harus kayak gitu dunk! Bikin komik itu kan gampang. Mungkin bukan keroyokan kali yah, tapi sinergi efektif dari para komikus (ciee, bahasanya). Kalau para komikusnya sih, terus terang awak belum tau, palingan Chris Lee aja. Makanya, kenalan yuk! Mampirlah ke sini!

OK. Sekarang tentang ALIA-nya sendiri. Kayaknya sih tokoh utamanya Rara dan Uia. Rara itu penyanyi cadas yang punya kemampuan ilusi, sedangkan Uia itu biker yang punya kemampuan kecepatan cahaya. Tunggu, kenapa awak bilang kayaknya? Soalnya tokoh komik ini banyak betul, tapi sampe nomor 2 yang ditonjolin baru mereka berdua. Dan sampe nomor ini, cerita masih belum jelas, masih banyak misteri yang disembunyikan sang komikus. Pertama kali baca komik ini, awak dan kawan-kawan serasa nonton film ‘Heroes’. Serasa lho! Jadi masih beda, ga ada sangkut pautnya sama Heroes.

Kalo mau lebih tau lebih banyak masuk ke sini aja.

[sefs el-supi]

Legenda Sawung Kampret, Ridendo Dicere Verum

Ridendo Dicere Verum, sambil tertawa bicara tentang kebenaran.

Makna sebenarnya dari kata di atas awak tak tau pasti. Tapi, rangkaian ketiga kata itu sangat awak ingat sejak SMP saat pertama kali baca Sawung Kampret. Secara kasar, awak memaknai kata itu adalah agar kita tetap jujur dalam kondisi apa pun. Baik senang, sedih, tertekan, apa pun…

OK… cut the intro

Buat yang belum tau tentang Sawung Kampret, awak beri tahu ya sekarang. Sawung Kampret itu salah satu judul komik karya Mas, Om, ato Kakek ya, Mas aja deh, Mas Dwi Koen. Beliau itu komikus senior Indonesia yang sampe sekarang masih bikin Panji Koming di Kompas. Nah, si Sawung itu ceritanya keturunan Panji Koming yang hidup di zaman VOC.

Komik Legenda Sawung Kampret pertama kali nongol di majalah HUMOR yang sudah almarhum (reinkarnasi lah kow), itu tahun 1990-an. Trus, waktu awak SMP, kira-kira tahun 97-99, Mizan sempet nerbitin empat komik, Legenda Sawung Kampret 1&2, sama Marietje van der Bloemkoel 1&2, sequelnya. Tahun 2005 (kalo ga salah), creative media nerbitin dua buku lagi yang judulnya Malacca & Mencari Harta Karun Flor De La Mar dan Ni Woro Sendang.

Secara pribadi, awak suka banget komik ini. Lucu, keren, dan punya karakter. Dan kalo ngeliat daftar judul di belakang komiknya, harusnya sih masih banyak, tapi sayang banget, penerbitannya putus. Mungkin belum bisa menggeser dominasi manga. Atau pemasarannya kurang maksimal? Tak tahulah awak. Awak pengen lagi baca kelanjutan komik ini. Mas Dwi Koen, kalo ga ada yang mau nerbitin lagi, biar awak saja. Hehe… (serius nih, mas. ntar kalo extrovert udah gede)

[sefs el-supi]