Everyday Stupidity – Khotbah Jum’at

Di suatu Jum’at siang yang terik di sebuah masjid L, kelurahan D, kecamatan C, kota B, propinsi JB, seorang khatib dengan berapi-api orasi

Khatib: “… sebagai seorang Muslim yang baik sudah sepantatnya kita …”

Si Kacrut: (terhenyak dari tidur nyenyaknya) (“Semoga telinga gw yang salah, bukan si bapak”)

Beberapa menit kemudian…

Khatib: “… dan sepantatnya juga kita …”

Si Kacrut: (mencoba menahan tawa, soalnya kan pas sholat jum’at ga boleh bersuara) (“hehe… telinga gw masih normal ternyata”)

nb: mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada bapak khatib yang baik, mungkin bingung aja milih antara sepatutnya dan sepantasnya

2 Responses

  1. for real???? hueeehuaaaa

  2. Good work….maju trus :D

Leave a Reply